Jumat, 11 April 2014

Tentang Aku dan Kamu



Aku benci merindukan kamu.

Tetapi, aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapamu. Satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-baik adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan. Semuanya terhalang jeruji-jeruji benci semu. Berkali-kali aku mencoba lari. Lari dari kenyataan yang menghampiri, semuanya sia-sia.

Kamu pergi, tak apa. Aku sempat putuskan untuk mencari lagi. Mencari sosok seperti kamu yang dulu ada di hati. Hingga aku sadar rasa apa yang kini ada dalam benak diri. Rasa mati. Semuanya, hanya rasa mati.

Jika kamu tahu, semua yang aku perjuangkan ini telah menyebabkan luka di banyak hati. Aku mencari bayangmu dalam wujud orang lain. Aku mencari cintamu dalam hati yang lain. Dan jika kamu akhirnya membaca ini. Ketahuilah, aku sudah benar-benar pergi.

Mungkin, banyak yang lebih baik darimu, tapi tak akan ada yang sepertimu. Kenyataan itu yang sekarang menghampiri aku dan akhirnya aku bekap rasa sakit ini, berharap semuanya berlalu. Semoga bayangmu tak lagi menjadi bayang semu. Tapi biarkan semuanya berlalu. 

Tentang aku dan kamu.




-Dara Prayoga-

Selasa, 04 Februari 2014

Hujan, Rindu dan Kamu




Hujan. Kau tahu? Aku senang ketika hujan tiba. Mengapa? Karena disetiap setitik rintik hujan membawa sejuta kerinduan. Cobalah, hitung saja berapa kerinduan yang membuncah saat hujan tiba semalam penuh? Mungkin alampun takkan sanggup menghitungnya. Tapi aku bisa merasakannya.

Hujan dan rindu. Dua kata menyatu. Menghasilkan puing-puing kesepian. Tapi sungguh, hujan dan rindu dapat mengobati setiap kesepian secara sempurna.

Aku senang merindukanmu. Merindumu, mampu mendekatkan aku dan kamu tanpa jarak, walau sebenarnya ada berjuta-juta jarak fana di antara aku dan kamu.

Kau tahu?
Aku rindu kamu. Aku rindu kita. Walau aku dan kamu tak pernah dan tak akan menjadi kita. Tapi aku rindu pertemuan kita. Aku rindu percakapan kita. Aku rindu kebersamaan kita. Aku rindu candamu. Aku rindu tawamu. Aku rindu senyummu. Aku rindu. Kamu. Sekali lagi. Aku rindu, kamu. Mengertilah.

Aku memang terlalu melankolis. Mengucap kata puitis romantis, omong kosong. Tapi percayalah, rindu ini tak pernah kosong.

Aku memang terlalu klise. Berkali-kali merindu pada hujan. Dan menghujan dalam rindu. Omong kosong.

Percayalah. Ini rindu. Bukan hujan. Ini selamanya. Bukan sesaat. Ini nyata. Bukan maya.
Tapi rindu dan hujan selalu sama.
Menanti keindahan pada waktunya. Sebuah pertemuan dan selengkung pelangi.
Apalagi? Sudah cukup, bukan?

Aku rindu, kepada hujan.





Salam,             

-Perindu Hujan-

Senin, 27 Januari 2014

Something has Happened

“You say you love rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shade when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close your windows. So that's why I'm scared when you say you love me.”

-Bob Marley-





Did you already know?
Did you already understand?
Did you?

I never believe what you say
I just believe what you real do
I never know what you mean
I just know what you try

Why?
Because I'm too scared
Because you too often lied
Because you and I... never be us

You, was made the biggest mistake
Something has happened

Get hurt and made ​​me feel small in this world
Disappointed and made ​​me give up for the fight
Betrayed and made ​​me not trust to each others
Fell many times and made ​​me fear to get up again

Something has happened
Bad things
Nothing
Or everything?

You were the only know

Jumat, 29 November 2013

Rindu Senja

Tak terikat dengan jelas
Tak berteman cahaya bias
Dan tak terkira tanpa pikir
Menjadi asa yang terukir

Olehku, kau seperti senja
Melukis garis jingga
Menggapai malam
Menunggu langit padam

Kau seperti senja
Berhias ikan-ikan terbang
Dan burung-burung yang berenang
Yang terdefinisi
Kau, tak pernah ada

Kau seperti senja
Tiba saat kunanti
Pergi tanpa permisi
Tak terduga, tak tereja

Dan aku seperti awan
Menantimu datang
Melepaskanmu bersama bintang
Merelakanmu tanpa melawan

Lalu apa maksudku?
Bergejolak di angkasa biru
Bersandar oleh sendu
Bertikai dengan rindu
Tanpa kau
Yang hadir di celah jiwaku

Ada penantian tak terbatas
Di setiap rindu yang menetas
Ada jiwa yang tertindas
Di setiap hati yang kandas

Kita, berada di titik satu
Tapi takkan pernah bersatu
Dalam imaji yang semu
Yang kusebut, rindu



28 November 2013



Hingga Kamu Hadir

Tak terhitung berapa banyak sesuatu ini terjadi.  Tersakiti dan membuatku merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku menyerah untuk berjuang. Dikhianati dan membuatku tak percaya pada orang lain. Jatuh berkali-kali dan membuatku takut untuk bangkit lagi. Kesepian dan membuatku takut oleh kehadiran seseorang. Kesalahpahaman dan membuatku tidak pernah mengerti maksud orang lain. Sakit hati dan membuatku takut untuk mencintai. Aku takut pada semua yang akan terjadi di masa depan. Takut jika semua itu terjadi lagi.

Hingga kamu hadir. Entah apa maksud kehadiranmu. Sampai aku takut menerima kehadiranmu. Tapi kamu merubah semuanya. Memberikan jingga dalam senja. Menampakan warna dalam pelangi. Menimbulan deras dalam hujan. Menggapai harapan dalam penantian.

Kamu, hadir dalam jiwaku yang terlahir baru.

Jumat, 11 April 2014

Tentang Aku dan Kamu



Aku benci merindukan kamu.

Tetapi, aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapamu. Satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-baik adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan. Semuanya terhalang jeruji-jeruji benci semu. Berkali-kali aku mencoba lari. Lari dari kenyataan yang menghampiri, semuanya sia-sia.

Kamu pergi, tak apa. Aku sempat putuskan untuk mencari lagi. Mencari sosok seperti kamu yang dulu ada di hati. Hingga aku sadar rasa apa yang kini ada dalam benak diri. Rasa mati. Semuanya, hanya rasa mati.

Jika kamu tahu, semua yang aku perjuangkan ini telah menyebabkan luka di banyak hati. Aku mencari bayangmu dalam wujud orang lain. Aku mencari cintamu dalam hati yang lain. Dan jika kamu akhirnya membaca ini. Ketahuilah, aku sudah benar-benar pergi.

Mungkin, banyak yang lebih baik darimu, tapi tak akan ada yang sepertimu. Kenyataan itu yang sekarang menghampiri aku dan akhirnya aku bekap rasa sakit ini, berharap semuanya berlalu. Semoga bayangmu tak lagi menjadi bayang semu. Tapi biarkan semuanya berlalu. 

Tentang aku dan kamu.




-Dara Prayoga-

Selasa, 04 Februari 2014

Hujan, Rindu dan Kamu




Hujan. Kau tahu? Aku senang ketika hujan tiba. Mengapa? Karena disetiap setitik rintik hujan membawa sejuta kerinduan. Cobalah, hitung saja berapa kerinduan yang membuncah saat hujan tiba semalam penuh? Mungkin alampun takkan sanggup menghitungnya. Tapi aku bisa merasakannya.

Hujan dan rindu. Dua kata menyatu. Menghasilkan puing-puing kesepian. Tapi sungguh, hujan dan rindu dapat mengobati setiap kesepian secara sempurna.

Aku senang merindukanmu. Merindumu, mampu mendekatkan aku dan kamu tanpa jarak, walau sebenarnya ada berjuta-juta jarak fana di antara aku dan kamu.

Kau tahu?
Aku rindu kamu. Aku rindu kita. Walau aku dan kamu tak pernah dan tak akan menjadi kita. Tapi aku rindu pertemuan kita. Aku rindu percakapan kita. Aku rindu kebersamaan kita. Aku rindu candamu. Aku rindu tawamu. Aku rindu senyummu. Aku rindu. Kamu. Sekali lagi. Aku rindu, kamu. Mengertilah.

Aku memang terlalu melankolis. Mengucap kata puitis romantis, omong kosong. Tapi percayalah, rindu ini tak pernah kosong.

Aku memang terlalu klise. Berkali-kali merindu pada hujan. Dan menghujan dalam rindu. Omong kosong.

Percayalah. Ini rindu. Bukan hujan. Ini selamanya. Bukan sesaat. Ini nyata. Bukan maya.
Tapi rindu dan hujan selalu sama.
Menanti keindahan pada waktunya. Sebuah pertemuan dan selengkung pelangi.
Apalagi? Sudah cukup, bukan?

Aku rindu, kepada hujan.





Salam,             

-Perindu Hujan-

Senin, 27 Januari 2014

Something has Happened

“You say you love rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shade when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close your windows. So that's why I'm scared when you say you love me.”

-Bob Marley-





Did you already know?
Did you already understand?
Did you?

I never believe what you say
I just believe what you real do
I never know what you mean
I just know what you try

Why?
Because I'm too scared
Because you too often lied
Because you and I... never be us

You, was made the biggest mistake
Something has happened

Get hurt and made ​​me feel small in this world
Disappointed and made ​​me give up for the fight
Betrayed and made ​​me not trust to each others
Fell many times and made ​​me fear to get up again

Something has happened
Bad things
Nothing
Or everything?

You were the only know

Jumat, 29 November 2013

Rindu Senja

Tak terikat dengan jelas
Tak berteman cahaya bias
Dan tak terkira tanpa pikir
Menjadi asa yang terukir

Olehku, kau seperti senja
Melukis garis jingga
Menggapai malam
Menunggu langit padam

Kau seperti senja
Berhias ikan-ikan terbang
Dan burung-burung yang berenang
Yang terdefinisi
Kau, tak pernah ada

Kau seperti senja
Tiba saat kunanti
Pergi tanpa permisi
Tak terduga, tak tereja

Dan aku seperti awan
Menantimu datang
Melepaskanmu bersama bintang
Merelakanmu tanpa melawan

Lalu apa maksudku?
Bergejolak di angkasa biru
Bersandar oleh sendu
Bertikai dengan rindu
Tanpa kau
Yang hadir di celah jiwaku

Ada penantian tak terbatas
Di setiap rindu yang menetas
Ada jiwa yang tertindas
Di setiap hati yang kandas

Kita, berada di titik satu
Tapi takkan pernah bersatu
Dalam imaji yang semu
Yang kusebut, rindu



28 November 2013



Hingga Kamu Hadir

Tak terhitung berapa banyak sesuatu ini terjadi.  Tersakiti dan membuatku merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku menyerah untuk berjuang. Dikhianati dan membuatku tak percaya pada orang lain. Jatuh berkali-kali dan membuatku takut untuk bangkit lagi. Kesepian dan membuatku takut oleh kehadiran seseorang. Kesalahpahaman dan membuatku tidak pernah mengerti maksud orang lain. Sakit hati dan membuatku takut untuk mencintai. Aku takut pada semua yang akan terjadi di masa depan. Takut jika semua itu terjadi lagi.

Hingga kamu hadir. Entah apa maksud kehadiranmu. Sampai aku takut menerima kehadiranmu. Tapi kamu merubah semuanya. Memberikan jingga dalam senja. Menampakan warna dalam pelangi. Menimbulan deras dalam hujan. Menggapai harapan dalam penantian.

Kamu, hadir dalam jiwaku yang terlahir baru.

Jumat, 11 April 2014

Tentang Aku dan Kamu



Aku benci merindukan kamu.

Tetapi, aku lebih benci lagi ketika sadar aku bukan lagi siapa-siapamu. Satu hal yang menyakitkan dari sebuah perpisahan yang tidak baik-baik adalah ketika rindu tak lagi bisa disampaikan. Semuanya terhalang jeruji-jeruji benci semu. Berkali-kali aku mencoba lari. Lari dari kenyataan yang menghampiri, semuanya sia-sia.

Kamu pergi, tak apa. Aku sempat putuskan untuk mencari lagi. Mencari sosok seperti kamu yang dulu ada di hati. Hingga aku sadar rasa apa yang kini ada dalam benak diri. Rasa mati. Semuanya, hanya rasa mati.

Jika kamu tahu, semua yang aku perjuangkan ini telah menyebabkan luka di banyak hati. Aku mencari bayangmu dalam wujud orang lain. Aku mencari cintamu dalam hati yang lain. Dan jika kamu akhirnya membaca ini. Ketahuilah, aku sudah benar-benar pergi.

Mungkin, banyak yang lebih baik darimu, tapi tak akan ada yang sepertimu. Kenyataan itu yang sekarang menghampiri aku dan akhirnya aku bekap rasa sakit ini, berharap semuanya berlalu. Semoga bayangmu tak lagi menjadi bayang semu. Tapi biarkan semuanya berlalu. 

Tentang aku dan kamu.




-Dara Prayoga-

Selasa, 04 Februari 2014

Hujan, Rindu dan Kamu




Hujan. Kau tahu? Aku senang ketika hujan tiba. Mengapa? Karena disetiap setitik rintik hujan membawa sejuta kerinduan. Cobalah, hitung saja berapa kerinduan yang membuncah saat hujan tiba semalam penuh? Mungkin alampun takkan sanggup menghitungnya. Tapi aku bisa merasakannya.

Hujan dan rindu. Dua kata menyatu. Menghasilkan puing-puing kesepian. Tapi sungguh, hujan dan rindu dapat mengobati setiap kesepian secara sempurna.

Aku senang merindukanmu. Merindumu, mampu mendekatkan aku dan kamu tanpa jarak, walau sebenarnya ada berjuta-juta jarak fana di antara aku dan kamu.

Kau tahu?
Aku rindu kamu. Aku rindu kita. Walau aku dan kamu tak pernah dan tak akan menjadi kita. Tapi aku rindu pertemuan kita. Aku rindu percakapan kita. Aku rindu kebersamaan kita. Aku rindu candamu. Aku rindu tawamu. Aku rindu senyummu. Aku rindu. Kamu. Sekali lagi. Aku rindu, kamu. Mengertilah.

Aku memang terlalu melankolis. Mengucap kata puitis romantis, omong kosong. Tapi percayalah, rindu ini tak pernah kosong.

Aku memang terlalu klise. Berkali-kali merindu pada hujan. Dan menghujan dalam rindu. Omong kosong.

Percayalah. Ini rindu. Bukan hujan. Ini selamanya. Bukan sesaat. Ini nyata. Bukan maya.
Tapi rindu dan hujan selalu sama.
Menanti keindahan pada waktunya. Sebuah pertemuan dan selengkung pelangi.
Apalagi? Sudah cukup, bukan?

Aku rindu, kepada hujan.





Salam,             

-Perindu Hujan-

Senin, 27 Januari 2014

Something has Happened

“You say you love rain, but you use an umbrella to walk under it. You say you love sun, but you seek shade when it is shining. You say you love wind, but when it comes you close your windows. So that's why I'm scared when you say you love me.”

-Bob Marley-





Did you already know?
Did you already understand?
Did you?

I never believe what you say
I just believe what you real do
I never know what you mean
I just know what you try

Why?
Because I'm too scared
Because you too often lied
Because you and I... never be us

You, was made the biggest mistake
Something has happened

Get hurt and made ​​me feel small in this world
Disappointed and made ​​me give up for the fight
Betrayed and made ​​me not trust to each others
Fell many times and made ​​me fear to get up again

Something has happened
Bad things
Nothing
Or everything?

You were the only know

Jumat, 29 November 2013

Rindu Senja

Tak terikat dengan jelas
Tak berteman cahaya bias
Dan tak terkira tanpa pikir
Menjadi asa yang terukir

Olehku, kau seperti senja
Melukis garis jingga
Menggapai malam
Menunggu langit padam

Kau seperti senja
Berhias ikan-ikan terbang
Dan burung-burung yang berenang
Yang terdefinisi
Kau, tak pernah ada

Kau seperti senja
Tiba saat kunanti
Pergi tanpa permisi
Tak terduga, tak tereja

Dan aku seperti awan
Menantimu datang
Melepaskanmu bersama bintang
Merelakanmu tanpa melawan

Lalu apa maksudku?
Bergejolak di angkasa biru
Bersandar oleh sendu
Bertikai dengan rindu
Tanpa kau
Yang hadir di celah jiwaku

Ada penantian tak terbatas
Di setiap rindu yang menetas
Ada jiwa yang tertindas
Di setiap hati yang kandas

Kita, berada di titik satu
Tapi takkan pernah bersatu
Dalam imaji yang semu
Yang kusebut, rindu



28 November 2013



Hingga Kamu Hadir

Tak terhitung berapa banyak sesuatu ini terjadi.  Tersakiti dan membuatku merasa kecil di dunia ini. Kecewa dan membuatku menyerah untuk berjuang. Dikhianati dan membuatku tak percaya pada orang lain. Jatuh berkali-kali dan membuatku takut untuk bangkit lagi. Kesepian dan membuatku takut oleh kehadiran seseorang. Kesalahpahaman dan membuatku tidak pernah mengerti maksud orang lain. Sakit hati dan membuatku takut untuk mencintai. Aku takut pada semua yang akan terjadi di masa depan. Takut jika semua itu terjadi lagi.

Hingga kamu hadir. Entah apa maksud kehadiranmu. Sampai aku takut menerima kehadiranmu. Tapi kamu merubah semuanya. Memberikan jingga dalam senja. Menampakan warna dalam pelangi. Menimbulan deras dalam hujan. Menggapai harapan dalam penantian.

Kamu, hadir dalam jiwaku yang terlahir baru.